Berita RingkasSaatnya baca berita ringkas dan akurat tanpa HOAX

Marsha Chikita Fawzi, Animator Film Upin-Ipin Bercita-cita Majukan Animasi di Indonesia

marsha-chikita-fawzi-animator-film

Siapa sih yang tidak mengenal film kartun Upin dan Ipin. Film kartun yang menceritakan dua anak kembar ini memang sangat populer di Indonesia. Meski merupakan film produksi negeri jiran Malaysia, tapi sejak ditayangkan oleh televisi lokal Indonesia, film kartun ini langsung dicintai dan disukai oleh masyarakat Indonesia. Karena kemudian film ini menjadi banyak penggemarnya, maka atas keberhasilan itu film Upin & Ipin dinobatkan dalam nominasi sebagai animasi terbaik pada tahun 2011.

Bicara soal animasi dalam film Upin dan Ipin ini kita tidak bisa melepaskan diri dari sosok Marsha Chikita Fawzi. Ya, wanita kelahiran Jakarta, 28 Januari 1989 ini memang merupakan salah satu animator dalam film Upin dan Ipin yang ternama itu. Lalu seperti apakah kisah Marsha Chikita Fawzi yang sering dipanggil Chiki ini di dunai animator film ini? Berikut ulasannya.

Kecintaan Pada Dunia Seni

Kecintaan Chiki pada dunia animasi memang sudah sangat mendarah daging. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Chiki sudah menyukai pelajaran seni. Hobi yang ditekuni Chiki sendiri hampir semuanya berhubungan dengan seni, sebut saja seperti melukis, main piano, serta membuat berbagai jenis prakarya.

Karena kecintaan pada dunai seni inilah kemudian Chiki memantapkan cita-citanya untuk menjadi seorang seniman dikemudian hari. Ketika dewasa, Chiki sendiri kemudian memilih jurusan animasi yang dianggapnya sangat menantang dan juga menarik karena jurusan ini menggabungkan seni lukis dan teknologi.

Berawal dari Kerja paruh Waktu

Karir Chiki sebagai animator Upin dan Ipin diawali dari saat dirinya magang di sebuah rumah produksi asal Malaysia Les’ Copaque yang memang menggarap film Upin dan Ipin. Kerja magang ini sendiri dilakukannya untuk memenuhi persyaratan nilai akademisnya di Multimedia University, Malaysia. Dipilihnya Les’ Copaque ini oleh Chiki dikarenakan perusahaan itu ada beberapa senior kampusnya seperti Nizam Abdul Razak, Usamah Zaid dan Safwan Abdul Karim.

Dari kerja paruh waktu inilah kemudian Chiki mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu dalam hal animasi. Setelah bekerja paruh waktu selama empat bulan ini sendiri kemudian Chiki diangkat jadi pegawai full time di Les’ Coupage.

Terlibat dalam Pembuatan Animasi Film Upin dan Ipin

Saat bekerja full time, Chiki akhirnya terlibat langsung dalam pembuatan animasi film Upin dan Ipin. Beberapa hal yang dikerjakan Chiki dalam pembuatan animasi Upin dan Ipin adalah membuat setting kamar Upin dan Ipin serta dapur Kak Ros. Selain itu putri pasangan musisi Ikang Fawzi dan Marissa Haque ini juga berperan banyak dalam hal pengembangan karakter Susanti yang dikisahkan berasal dari Indonesia.

Untuk menumbuhkan karakter ini Chiki tak bisa main-main, Ia harus melakukan observasi atau pengamatan pada tingkah laku anak kecil saat mereka berjalan, berlari, berbicara, tertawa dan berbagai macam ekspresi lainnya. Selain itu di Les’ Coupage ini Chiki juga mencoba berbagai macam jenis pekerjaan animasi seperti memberikan cahaya pada gambar, mengatur komposisi gambar dan juga menggerakkan gambar.

Kembali ke Indonesia dan Mendirikan Monso House

Setelah tiga tahun lebih bekerja sebagai animator di Malaysia, Chiki di tahun 2012 kemudian memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sekembali ke Indonesia, Chiki bersama lima orang rekannya mendirikan Monso House yang merupakan sebuah perusahaan animasi independen yang memiliki visi memajukan animasi Indonesia. Menurut Chiki dunia animasi di Indonesia memang masih kurang eksis. Maka saat dirinya membuat Monso House, dirinya dan teman-temannya bercita-cita untuk bisa membangkitkan kembali dunia animasi Indonesia.

Monso House yang didirikan Chiki ini pada bulan Oktober 2012 ini sendiri telah berhasil menghasilkan beberapa karya. Salah satu project besar yang pernah dikerjakan Chiki dan kawan-kawan dalam Monso House ini adalah film animasi yang berjudul Goceks yang menceritakan anak-anak kecil bermain bola di jalanan.

Kerjakan Pembuatan Mural

Selain mengerjakan film animasi di Monso House, Chiki juga memiliki pekerjaan sampingan lain yaitu membuat mural, lukisan yang digambar di dinding. Pekerjaan yang muncul dari permintaan konsumen ini sendiri tidak dijadikan prioritas utamanya. Hal ini terlihat dari waktu pengerjaan mural yang dilakukan pada akhir pekan saja.