Berita RingkasSaatnya baca berita ringkas dan akurat tanpa HOAX

Gloria Natapradja Hamel, Sosok yang Sangat Mencintai Indonesia

gloria-natapradja-hamel

Bulan Agustus lalu, media massa dan media sosial diramaikan oleh isu dwi kewarganegaraan dari sosok Gloria Natapradja Hamel dan juga Arcandra Tahar. Kedua orang ini sendiri menjadi korban dari UU No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia dimana Arcandra Tahar yang baru dilantik jadi Menteri ESDM kemudian diberhentikan dan Gloria gagal menjadi anggota paskibraka. Karena profil Arcandra Tahar telah diulas diblog ini maka kali ini saya akan membahas profil Gloria.

Gloria sendiri memang terus menarik publik karena setelah dianggap tidak memenuhi persyaratan menjadi anggota paskibraka, ia justru dipilih kembali menjadi anggota paskibraka dalam upacara penurunan bendera merah putih sore harinya. Lalu siapakah Gloria Natapradja Hamel ini? Berikut ulasannya.

Memiliki Darah Perancis

Harus diakui Gloria memang memiliki darah Perancis dari ayahnya. Ia sendiri juga memiliki paspor Perancis. Namun perlu diketahui juga bahwa pelajar yang saat ini duduk ditingkat SMA lahir dan besar di Indonesia. Wanita yang hobi menyanyi ini sendiri lahir di Jakarta, 1 Januari 2000 dan kemudian besar di Depok, Jawa Barat. Pendidikannya sendiri dari SD, SMP dan SMA semua dijalani di Sekolah Islam Dian Didaktika, Depok, Jawa Barat.

Dan untuk urusan paspor Perancis ini sendiri diketahui dari ibundanya yaitu Ira Natapradja bahwa kepemilikan paspor Gloria yang dibuat tahun 2014 silam hanya digunakan untuk keperluan silaturahmi ke keluarga ayahnya di Perancis. Dari penjelasan Ibundanya juga diperoleh informasi bahwa Gloria sudah tercatat di Kartu Keluarga (KK). Hanya saja karena usianya baru 16 tahun, ia belum bisa memiliki KTP.

Akan Mengambil Kewarganegaraan Indonesia Nanti

Saat mendengar keputusan dari Kementrian Hukum dan HAM bahwa dirinya tak bisa menjadi bagian dari paskibraka karena UU No 12 Tahun 2006 membuat Gloria sangat sedih. Dalam posisinya yang belum genap 18 tahun, Gloria memang belum bisa menentukan kewarganegaraan yang akan dipilih.

Namun dengan sangat yakin, wanita yang memiliki tinggi badan 168 cm dan berat 68 kg ini menyatakan bahwa nantinya setelah usia 18 tahun ia akan memilih kewarganegaraan Indonesia. Keputusan yang nantinya akan diambil ini menurut Gloria dikarenakan dirinya yang sangat mencintai Indonesia yang dianggapnya tak ada tandingannya.

Sangat Mencintai Indonesia

Kecintaan Gloria pada Indonesia sendiri memang tak main-main. Dirinya bahkan sempat membuat surat bermaterai kepada Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa nafasnya hanya untuk Indonesia saja. Tak ayal surat yang ditulisnya sesaat setelah dirinya digugurkan menjadi paskibraka menjadi sangat menyentak dan mengharukan. Menurut wanita yang aktif di OSIS ini Indonesia adalah negeri yang sangat kaya raya dibandingkan Perancis sekalipun.

Kekayaan negeri Perancis sendiri menurutnya hanya lima persen dari keseluruhan kekayaan Indonesia. Selain itu menurutnya Indonesia sangat kaya dengan budaya yang tidak dipunyai negara lain. Kekayaan bahasa yang dimiliki bangsa Indonesia juga membuat Gloria sangat suka. Menurutnya kekayaan bahasa di negeri zamrud khatulistiwa ini tidak ada yang bisa menandingi. Kecintaan Gloria pada Indonesia juga dikarenakan keramahan yang dimiliki orang-orang Indonesia. Menurutnya dari keramahan orang-orang Indonesia inilah ia kemudian merasa sangat nyaman dan memiliki banyak teman. Berbeda dengan di Perancis yang menurutnya orangnya sangat introvert dan jauh dari keramahan.

Terganjal Kewarganegaraan

Meski kecintaan Gloria pada Indonesia ini sudah membumi hingga tak perlu diragukan lagi, namun kenyataan pahit harus diterimanya ketika dirinya tak terpilih menjadi tim pengibar bendera pusaka pada upacara bendera di Istana Merdeka 17 Agustus 2016. Perasaan kecewa sangat ia rasakan saat mendengar berita buruk tersebut. Padahal menilik kisah sebelumnya, wanita yang duduk dikelas X ini sudah berkorban tenaga, waktu dan biaya untuk mengikuti seleksi Paskibraka dari tingkat Provinsi hingga tingkat nasional.

Dalam seleksi yang ketat tersebut, Gloria kemudian terpilih menjadi pasukan pengibar bendera pusaka di tim Arjuna yang bertugas pada upacara mengibarkan bendera merah putih pagi hari. Sayangnya menjelang keberangkatannya dari lokasi latihan di Cibubur ke hotel dekat Istana Negara untuk persiapan upacara pengibaran bendera, Gloria dianggap gugur dan tak bisa menjadi pasukan paskibraka karena dianggap sebagai warga negara Perancis.